Tampilkan postingan dengan label wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wacana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2014

Banser Demak Menolak Rencana Kedatangan Habib Riziq

Demak ~ Banser Demak menolak rencana kedatangan Habib Riziq di Demak. Sedianya, pada 8 Mei 2014 mendatang, yang bersangkutan dijadwalkan mengisi pengajian di daerah Kecamatan Bonang.

Komandan Banser Demak Mustain menegaskan, penolakan tersebut dilakukan karena beberapa alasan. Salah satunya, Demak merupakan basis ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) yang mayoritas masyarakatnya warga Nahdlatul Ulama (NU).

”Habib Riziq juga pernah menghina Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Selain itu, setiap pengajian yang disampaikan Habib Riziq diduga cenderung provokatif, sehingga rawan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat,” ungkap Mustain (26/4/2014).

Menurut Mustain, jika Habib Riziq masih nekat mendatangi pengajian di Bonang, maka Banser siap menghadang, seperti yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu. ”Kalau tetap datang ke tempat acara pengajian, maka akan kita hadang di tengah jalan.”

Sementara itu, sebelumnya Banser bersama warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, juga menolak pengajian yang digelar aktivis Majlis Tafsir Alquran (MTA). Agar tidak terjadi salah paham di antara warga, akhirnya pengajian tersebut dibatalkan.

Mustain menegaskan, berdasar kesepakatan sebelumnya, tokoh MTA Supardi dan Wagiman berjanji tidak akan menggelar pengajian. Namun, mereka tetap nekat melakukan. ”Sudah dua kali ini mereka nekat melanggar kesepakatan. Warga Kedondong juga sudah mengingatkan supaya MTA tidak ada pengajian di kampung itu. Apalagi, mereka mendatangkan mubalig dari luar daerah. Akibatnya warga sempat emosi dan tetap menolak MTA,” katanya.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho menjelaskan, Demak memiliki kearifan lokal sehingga perlu dihargai sebagaimana zaman Walisongo. ”Kita berikan pembinaan supaya suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Jumat, 25 April 2014

Fatayat NU: Pilih capres yang sukses membangun keluarga, tak pernah melakukan KDRT

Merdeka.com - Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah mengatakan kader Fatayat sebaiknya memilih calon presiden yang memiliki kepedulian kepada perempuan dan anak-anak, yang salah satu indikatornya sukses dalam membangun rumah tangga.

"Kalau tak ada capres perempuan, paling tidak capres yang memahami persoalan perempuan, paling tidak sukses membangun keluarga, tak pernah melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)," kata Ida saat memberikan sambutan dalam acara Urun Rembug Kepemimpinan Nasional Perempuan di Jakarta, Kamis (24/4).

Kamis, 08 Agustus 2013

Handphone Di Pesantren dan Dilema Modernitas

Nurcholis Madjid, salah satu cendekiawan besar muslim Indonesia membagi pesantren (dalam karyanya Bilik-bilik Pesantren : Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta:Paramadina, 1997), terkait dengan respon jagat pesantren terhadap tantangan dan arus jaman, ke dalam empat jenis. Pesantren jenis pertama adalah pesantren modern yang penuh ghirah membenahi pesantren dengan sistem yang kompatibel dengan semangat modernitas.

Kamis, 09 Mei 2013

Pendaftaran Siswa Siswi Baru SMP / SMA AT-TAUFIIQIYYAH


SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN
1.      Mengisi Formulir pendaftaran (Disediakan panitia).
2.      Menyerahkan Fotokopi Ijazah, STTB, UAN terakhir terlegalisir (2 lembar).
3.      Menyerahkan Pas foto hitam putih 3x4 (4 lembar). Khusus putri foto berjilbab, putra berpeci
4.      Membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,-


 
MATERI TES
Membaca Al-Qur’an
(Tes dilakukan ketika peserta menyerahkan berkas-berkas syarat pendaftaran).
 
WAKTU PENDAFTARAN
Tanggal 10
Juni - 10 Juli 2013, pukul 08.00 – 12.00 WIS

WAKTU PELAKSANAAN TES
Hari Kamis, Tanggal 11 Juli 2013, pukul 08,00 – 12.00 WIS

INFORMASI LEBIH LANJUT 
HUB.
Yayasan Pondok Pesantren At-Taufiiqiyyah SMP & SMA Islam.
Alamat: Desa Brabo Rw 02/Rt 02, Kec. Tanggungharjo, Kab. Grobogan, Prov. Jawa Tengah.

CP: Zaenal Arifin  (085868123501)
Akhmad Khanif (085741350075)
Titus Andiyanto (085640353988)

Jumat, 12 April 2013

Struktur perumusan desain kurikulum 2013


Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.

Selasa, 15 Januari 2013

Masa Depan Pesantren sebagai pusat penyiaran (dakwah) Islam

Secara historis, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang multifungsi. Ia menjadi benteng pertahanan sekaligus pusat penyiaran (dakwah) Islam. Tidak ada data yang pasti tentang awal kehadiran pesantren di Nusantara (Ensiklopedi Islam, 2005). Baru setelah abad ke-16 diketahui bahwa terdapat ratusan pesantren yang mengajarkan kitab kuning dalam berbagai bidang ilmu agama seperti fikih, tasawuf, dan akidah.
Dalam perkembangannya, pesantren mencatat kemajuan dengan dibukanya pesantren putri dan dilaksanakannya sistem pendidikan madrasah yang mengajarkan pelajaran umum, seperti sejarah, matematika, dan ilmu bumi.

Jumat, 23 November 2012

Kurikulum baru sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA)


Kurikulum baru yang akan mulai diterapkan pada Juni 2013 nanti disebut akan mengasah tiga kompetensi anak, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ini akan diaplikasikan pada setiap jenjang pendidikan, dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

SMP yang semula mempunyai 12 mata pelajaran, pada tahun 2013 hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran saja.

Minggu, 21 Oktober 2012

Revisi Kurikulum Pendidikan Nasional, Pelajaran IPA-IPS Sekolah Dasar Dihapus

REVISI KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL, PELAJARAN IPA-IPS SEKOLAH DASAR DIHAPUS. Pemerintah melalui Kemendikbud melemparkan wacana untuk menghapus pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPA IPS) di SD dan menggantinya dengan pelajaran sikap. Revisi ini nantinya berlanjut ke SMP dan SMA.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar mengatakan, dari hasil diskusi yang berkembang di kementerian maka pelajaran di sekolah tingkat dasar akan lebih ditekankan kepada bagaimana membentuk anak yang disiplin, jujur dan bersih.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Adanya Aturan Kode Etik Guru, Akankah Guru merasa terlindungi.?

Guru sebagai profesi yang mulia perlu mendapatkan perlindungan agar dapat menjalankan tugasnya secara total dan terfokus pada peserta didik. Ini hanya dapat dilakukan jika ada peraturan yang menjamin ketenangan  guru dalam menjalankan profesinya. Aturan tersebut telah dipersiapkan melalui Kode Etik Guru Indonesia (KEGI) yang menurut rencana akan diterapkan pada tahun 2013.
Guru tidak perlu takut, justru dengan adanya kode etik tersebut guru terbebas dari kewenangan karena tindakannya dalam mendidik dilindungi etika profesi. Demikian pernyataan Ketua Umum PGRI Sulistyo di Jakarta (Kompas, 23 Oktober 2012).